Konsultasi Pengobatan .
HIV/AIDS dan Kecanduan Narkoba .
Hotline: 087878821248.
WA: 0822.4610.4034 - 081385386583 .
Home » , » Kabar Gembira dari "Dewata": HIV Bisa Diobati

Kabar Gembira dari "Dewata": HIV Bisa Diobati

Written By Blogs owner SidikRizal on 23 September 2011 | 08.20

Bali - Pejabat Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Bali menyatakan, saat ini virus HIV bisa disembuhkan dengan mengkonsumsi obat antiretrovirus (ARV)secara teratur tanpa terputus.

"Saat ini penyakit yang menyerang kekebalan tubuh melalu virus itu bisa disembuhkan asalkan penderita mau mengkonsumsi ARV tanpa terputus dan teratur setiap harinya," kata Koordinator Pokja Humas Informasi Pencegahan & Advokasi Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Bali, Prof Mangku Karmaya, di Denpasar, Jumat.


Ia mengatakan, obat tersebut dapat mengembalikan kondisi kesehatan orang yang terpapar HIV seperti sedia kala. Hal itu karena ARV menekan seminimal mungkin perkembangan virus.

Dengan demikian, ucap dia, membuat sel-sel kekebalan dalam tubuh yang telah terserang virus mematikan tersebut dapat tumbuh kembali sehingga para penderita bisa kembali produktif.

"Untuk bisa kembali sehat itu, para penderita harus meminum ARV secara rutin setiap hari. Dengan durasi dua kali minum obat," ucapnya.

Apabila, tambah dia, sekali saja meminum obat itu terlupakan atau tidak dilakukan, maka dikhawatirkan kekebalan tubuh akan kembali digerogoti virus karena keadaannya semakin kebal.

"Mengenai ARV sebagai obat menyembuhkan kembali orang yang terpapar HIV sudah terbukti dengan adanya penelitian secara ilmiah," kata Karmaya.

Namun, tambah Karmaya, ada hal cukup penting, yakni untuk mengetahui lebih awal kondisi apakah sudah masuk ke dalam fase AIDS atau belum.

"Jika penderita kondisinya sudah memasuki fase AIDS, maka akan sulit tertanggulangi karena penyembuhan dilakukan bersamaan dengan penyakit yang muncul akibat virus tersebut," ujar profesor dari Pulau Dewata ini.

Menurut Karmaya, selain mengkonsumsi ARV para penderita juga harus diberikan dukungan moril supaya mentalnya kuat dan tidak berputusasa dengan keadaan.

Jika penderita putusasa, tambah Karmaya, maka mereka pun tidak akan bersemangan untuk hidup sehingga tidak teratur mengkonsumsi obat. (Ant)
(brat)

0 komentar:

Posting Komentar

ISILAH BUKU TAMU KAMI

 
Support : Webrizal | Tutorial | My Opini
Copyright © 2009-2014. .- Rizal Abubakar Sidik - - All Rights Reserved
Template Recreated by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger