Konsultasi Pengobatan .
HIV/AIDS dan Kecanduan Narkoba .
Hotline: 087878821248.
WA: 0822.4610.4034 - 081385386583 .
Home » , , , , , , » Melihat Keluar Jendela Melalui ILK

Melihat Keluar Jendela Melalui ILK

Written By Blogs owner SidikRizal on 01 November 2014 | 15.59


Sesaat sebelum saya mendaftarkan diri di Open Mic Komunitas @StandUpIndo_BKS pada Kamis malam di @YummyCafeJKT sudah ada beberapa berita terkini yang sebelumnya saya tidak ikuti, maklum selama lebih dari 8 bulan terakhir, televisi di rumah rusak dan anak-anak serta istri gak protes, kecuali menanyakan kapan televisi diperbaiki.


Biasanya kalau mereka sudah menanyakan kapan televisi diperbaiki dan selesai, maka saya selalu bilang, "Televisi kuno seperti milik kita, kalaupun bisa dibenerin, paling gak biaya benerinnya bisa sama dengan beli televisi baru?" dan mereka pun seperti setuju kayak paduan suara, "Ooh gitu!" karena sudah lebih dari seminggu semenjak bulan puasa tahun lalu, saya keliling cari tukang servis elektronik yang bisa memperbaikinya.





Tapi satu-satunya yang saya pikir paling sering saya mintain bantuan, bilang, bahwa kondisi televisi gak bisa tertolong lagi, kecuali dia bisa mencari suku cadangnya di Senen. Itupun kalau ketemu, mungkin butuh waktu lebih dari sebulan dua bulan. Dan sekarang semenjak bulan puasa sampai sekarang televisi belum kembali. Mungkin kalau saya gak datang ke tempat reparasi itu, sudah diperbaiki dan dijual. Kenyataannya mungkin bisa seperti itu bukan.


Biasa dibayangin kan, buta informasi selama lebih dari delapan bulan karena ketiadaan televisi itu nbisa jadi surga tersendiri buat saya. Saya jadi lebih fokus dengan pekerjaan saya di depan komputer. Fokus, bisa jadi sebuah kata yang sangat mahal, jikalau di depan komputer saya ada televisi yang kini jadi biangkerok pengganggu konsentrasi terbesar, para pekerja malam seperti saya.





Saya memang hanya bisa bekerja setelah jam 21:00 waktu Indonesia bagian barat hingga dini hari, dan tentunya ketika televisi menyala, maka ada saja hal yang bisa mengganggu konmsentrasi kerja saya di depan laptop saya.






Otomatis, selama delapan bulan terakhir, saya jadi lebih bisa fokus menulis materi buat Stand Up Comedy atau materi penulisan blogger serta pekerjaan lainnya dari klien seperti pengembangan website yang memang saya dibayar untuk itu.






Permasalahannya adalah, justru kini saya menghadapi gangguan fokus lainnya, yakni browsing film youtube, khususnya rekaman tayanagan ILK (Indonesia Lawak Klub) yang kini sudah jadi ritual tayangan video favorit saya. Kampret banget! Ini gangguan konsentrasi dan fokur kerja paling indah yang paling saya sukai, meskipun terkadang sangat mengganggu mata pencaharian dan tujuan hidup saya yang lebih mulia, yakni menjadi penulis komedi dan komedian stand Up yang sukses.


Bagaimana mungkin bisa menjadi komedia ngetop dan sukses, kalau untuk buat materi aja, masih gak bisa fokus dan produktif dan masih bisa disorientasi sama ILK, meskipun itu baik untuk penambah wawasan dan memperluas sudat pandang.

Tuh kan, kembali gak fokus. Jadi inget setiap episodenya Pak Jarwo Kuwat sebagai salah satu panelis ILK senior yang berusia tua (meski gak tua-tua amat) tapi paling dianggap berusia matang karena wajahnya yang memprihatinakan seperti paman saya. Bagaimana gangguan para panelis lain di ILK memang bisa mengembangkan kemampuan tak disengajanya untuk menghibur penonton atau audiense, karena segala keterbatasan serta bully rekan komedian lainnya yang dijawabnya dengan ekspresi tak suka yang cukup alamiah. Artinya meskipun sebagai obyek penderita, Jarwo Kuwat, terkadang kedodoran dalam menyampaikan amteri bertempo cepat, dia bisa mendeliverikannya dengan lebih lambat.


Seolah keterbatasannya mengikuti birama cepat rekan-rekan komeidan lainnya yang lebih muda, membuat suasana ILK jadi lebih hidup dan menyebar merata variasi lucu dan tingkat intelektualitas setiap anggota panelisnya. Inilah yang membuat saya jadi tidak fokus seperti sekarang ini, dimana seharusnya saya membuat materi dan penulisan untuk blogger atau website saya, malah asyik menonton video rekaman di Youtube hingga 20 episode. Gilak! Sakitnya itu di sini! Kata saya sambil nunjuk-nunjuk kepala saya.

Pak Jarwo Kuwat yang terganggu fokusnya untuk menyampaikan materinya di ILK, masih bisa menjadi bulan-bulanan rekan komedian lainnya, namun sesekali pecah suasananya, meskipun lebih sering fokusnya hilang, tapi tertolong dengan bantuan rekanan lainnya, seperti sang Host acara, Senny "Aliyas" Chandra, Komeng sebagai pembully dominan dan Cak Lontong maupun Fitrop serta rekan lainnya, sepertinya Jarwo Kuwat diposisikan sebagai Obyek Pelengkap Penderita yang sukses.

Saya belum berhasil menangkap manfaat dari ketidak-fokusan Jarwo Kuwat sebagai satu keuntungan kreativitas seorang komedian, kecuali memanfaatkan momentum lucu dari bully-bully rekananya dan jk harus memutar otak dengan cara paling cepat yang harus bisa dia pikirkan. Dan ini berkaitan dengan jam terbang. JK memiliki itu.

Sementara  itu di lain pihak, posisi Cak Lontong yang membolak-balik logika dengan permainan katanya yang memang sudah menjadi ciri khas setiap materinya, tetap memberikan sentuhan tersendiri dari setiap tampilan episode ILK. Meskipun kadang saya ikut terbawa emosi, "Yah kok bisa, materi muter-muter seperti itu Cak Lontong jadi begitu ngetop dan menggemaskan dalam pengertian sebenarnya. Gemes banget gue!


Disamping kepiawaian sang host, Denny Chandra, yang bagi saya termasuk salah satu MC terlucu dan tercerdas, masih ada lagi kepiawaian seorang Fitrop. Perempuan muda yang kini seudah merasakan nikmatnya bulan madu beberapa waktu yang lalu, saat tulisan ini dibuat, maka saya meyakini betul format yang diusung oleh sang tokoh sekelas Kang Maman, si botak bertitel No Tulen dan penulis buku RE, sebagai salah satu pencetus program televisi terbaik yang pernah saya ketahui. Kalau yang lain, yang mungkin saya belum tahu.

ILK, bisa jadi pengganggu konsentrasi kerja saya yang terbaik sekaligus nomor satu, namun saya ikhlas serta rela mengorbankan logika serta kerja otak saya beristirahat sejenak menyaksikan setiap episodenya di Youtube. Sebagai sebuah tayangan yang membuat pemirsanya ikut cerdas, mendalami segala masalah meski tanpa solusi tapi setidaknya secara keseluruhan mencerahkan dan memintarkan saya. Entah Anda.

0 komentar:

Posting Komentar

ISILAH BUKU TAMU KAMI

 
Support : Webrizal | Tutorial | My Opini
Copyright © 2009-2014. .- Rizal Abubakar Sidik - - All Rights Reserved
Template Recreated by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger