Konsultasi Pengobatan .
HIV/AIDS dan Kecanduan Narkoba .
Hotline: 087878821248.
WA: 0822.4610.4034 - 081385386583 .
Home » , » Tak Semua Hal Saya Ketahui

Tak Semua Hal Saya Ketahui

Written By Blogs owner SidikRizal on 18 April 2015 | 22.53



Ya tidak semua hal yang saya ketahui, tapi karena Allah memberiku kebaikan maka aku pun belajar menggunakan akalku untuk mengetahui segala sesuatu dengan filter berupa manual book yang diberikannya kepada ummat akhir zaman, kepada Nabi Besar akhir zaman, Muhammad sholawat Allah atasnya dan damai besertanya.

Segala puja dan puji hanya untuk Allah Sang Maha Pencipta isi langit dan bumi, Yang Memelihara, dan Menjaga serta Menguasainya. Apalah dayaku hanya seorang manusia biasa yang diberi akal untuk dipergunakan dan diperintahakan berpikir menggunakannya kapanpun agar hidupku selamat, demikian juga keluargaku dan orang-orang di sekitarku.

DiberiNya aku, seorang uswah, contoh yang pemalu, rendah hati dan berbudi mulia, yang kini jadi penghulu dan tauladan seluruh umat manusia hingga kiamat tiba. Tak peduli yang mengabaikannya, tapi segenap umat manusia di dunia mengakuinya, bahwa tanpanya, dunia akan segera binasa, dan tak tercapailah tujuan hidup kita, hanya untuk beribadah kepada Allah Sang Maha Suci semata.

Kelak waktunya akan tiba, aku pergi dan hanya meninggalkan tulisan seperti ini saja. Apakah anak-anakku akan membacanya? Sudah pasti, dia akan kembali teringat betapa aku mengingatkan mereka untuk kembali kepada Al-Qur'an dan al-Hadits.

Anak gadisku Lulu Ammantsura yang selalu mengingatkanku untuk membaca dzikir pagi dan petang, do'a Al-Ma'tsurat, sehingga setiap kubaca doa dan dzikir itu aku teringat padanya, dan teringat aku akan adik-adiknya yang masih kecil dan masih bayi, Aminatiz Zahira, Abdullah Abubakar dan Ratu Bilqis. Semoga abang mereka, Nur Muhammad Rizal juga akan mengamalkan dzikir pagi petang ini.

"Jangan lupa abi selain dzikir pagi petang, coba bacalah surat Al-Kahfi, setiap malam jum'at atau hari jum'at, minimal 10 ayat pertama...!" pintanya di telepon, setiap Kamis Jum'at, saat jatah menelponnya dari rumah ke pondok pesantrennya. Sungguh pengorbanan dan perjuangan anak gadisku yang cantik dan menyejukkan hati serta mataku itu, sangat besar. Dia rela belajar jauh dari orang tua di sekolah boarding school, yang mengharuskannya untuk belajar mandiri terpisah dari orangtua dan rumah. Maafkan aku duhai gadis remajaku, hanya itu yang bisa aku lakukan, agar kelak kau mempunyai bekal ilmu yang cukup.

Akupun berdoa,semoga anakku Nur Muhammad Rizal juga mau belajar bagaimana berkorban dan berjuang selagi masih belia. Mumpung mempunyai energi yang besar untuk belajar segala hal yang mudah-mudahan bermanfaat bagi ummat, selain bagi dirinya sendiri dan keluarga. Karena pengorbanan adalah awal dari ibadah yang sesungguhnya.

Anak-anak bayiku yang masih kecil, mulai dari Zahira dan Bilqis yang selalu dijaga oleh ummu mereka, Lilik Sumarlin, kekasihku dan istriku tercinta setelah istriku yang pertama, Ineke Kusumawati. Kalian akan menjadi ratu dalam dunia anak-anakku.

Tolong bantu aku dengan menjaga keimanan kalian dan juga perintahku tentang berpegang teguh pada hukum syariat Islam. Jika perlu gigitlah hukum-hukum itu dengan gigi kalian, jangan sampai lepas.

Karena jika kalian LALAI dan TERLUPA menjalankan perintah Allah seperti yang dicontohkan baginda Rasulullaah kepada para istri dan anak-anak perempuannya, maka segeralah BERTAUBAT serta ISTIGHFAR. Tak ada yang bisa menyelamatkan kalian kecuali amal shalih kalian sendiri, bukan diriku juga bukan orangtua kalian.

Usiaku tak akan lama, karena itu aku hanya bisa menitipkan semua anak-anakku kepada kalian. Ingatlah kalian semua. anak-anakku dan istri-istriku untuk salingmenjaga dan saling mengasihi. Jauhilah oleh kalian berburuk sangka dan berdebat. BAnyak berdebat dan bersikeras mencari alasan adalah sedusta-dustanya perbuatan. Bersabarlah untuk belajar mengalah dan mau mendengarkan orang lain bercerita seperlunya. Jangan kau dengarkan dusta dengan membalas setiap ucapan dengan perdebatan, tapi cukuplah bagi kalian diamkan saja. Karena pengadilan akhirat sungguh sangat teliti dan rinci, tak ada satu titikpun yang akan lolos dari bukti lisan maupun perbuatan kita. kalian harus fahami dan ingat itu hingga kematian tiba.

Mungkin aku akan lebih dulu mati, dibandingkan kalian. Tapi aku sudah berpesan untuk membekali diri kalian dengan firman Allah yaitu Al-Qur'an dan Sunnah Nabi berupa Al-Hadits. Jika kalian berpegang teguh pada dua hal itu, maka kalian akan selamat. Semoga Allah memberi berkah kepada kalian, dan meberi kesalamatan bagi semua keturunanku serta keluargaku. Aamiin. 

0 komentar:

Posting Komentar

ISILAH BUKU TAMU KAMI

 
Support : Webrizal | Tutorial | My Opini
Copyright © 2009-2014. .- Rizal Abubakar Sidik - - All Rights Reserved
Template Recreated by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger